Ziarah Makam Mbah Tohir di Demak Guna Tumbuhkan Cinta Tanah Air

Ratusan warga Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, menggelar ziarah Makam KH. Thohir, di Dukuh Cangkring, desa setempat, Minggu (2/10).


Ziarah makam KH. Thohir tersebut diikuti lebih dari 500 warga Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung. Makam KH. Thohir berada di dalam Masjid Al Istiqomah, bersebelahan dengan Makam KH. A. Soleh.

Tokoh masyarakat sekaligus bakal calon Kepala Desa Sriwulan, Zamroni mengatakan, ziarah dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila serta menghomati jasa dan perjuangan KH. Thohir.

KH Tohir merupakan salah satu tokoh ulama, pejuang dan penyebar agama islam di wilayah pesisir Demak.

"Melalui ziarah kubur, selain meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita. Dengan Ziarah ini tentunya kita berharap mendapat keberkahan," terang Zamroni.

Selain itu, ziarah makam pejuang ini diharapkan dapat lebih mempererat kerukunan, kesatuan dan persatuan warga desa yang saat ini akan mengikuti pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa Sriwulan.

“Pada momentum Hari Kesaktian Pancasila, kami mengajak seluruh warga untuk lebih mencintai tanah air Indonesia. Dengan kemashuran beliau (Mbah Tohir), kita semua harapan kita, niat kita untuk membangun desa, diijabahi Allah," tambah Zamroni.

Selanjutnya, Zamroni berharap, Makam KH. Thohir ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata religi di Kabupaten Demak.

“Kami berharap tentunya makam salah satu Wali Allah ini dapat menjadi destinasi wisata religi, selain di Makam Mbah Mudzakir dan Makam Sunan Kalijaga. Kedepan, Kami akan terus berupaya bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk bersama mewujudkan hal tersebut," kata Zamroni.

Sementara itu, salah satu keturunan KH. Thohir, Muhammad Khozin mengatakan, KH. Thohir merupakan murid dari Soleh Darat Semarang. Bersama Mbah Mudzakir, beliau berjuang melawan penjajah dan sekaligus mendirikan Laskar Kemerdekaan Indonesia dan Tentara Rakyat Indonesia.

"Beliau adalah ulama besar, pahlawan kemerdekaan yang dengan kelebihannya dapat mengusir penjajah di Semarang dan Demak," tutup Khozin.