Cegah Penyebaran PMK, Dispertan Kota Semarang Tugaskan PPL Cek ke Lapangan

Upaya mengantisipasi penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada ternak terus dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang. 


Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur menyampaikan jika saat ini pihaknya menugaskan seluruh petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk terjun dan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Hal ini sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng yang ditujukan untuk seluruh Dispertan di kota dan kabupaten di Jawa Tengah.

“Sesuai perintah dari Gubernur dan Wali Kota, kami sudah menerjunkan seluruh PPL yang kami punya, semuanya ada 26 petugas termasuk 8 dokter hewan untuk melakukan penyisiran dan memantau seluruh ternak di Kota Semarang,” kata Hernowo, Rabu (18/5).

Hernowo mengatakan jika semua PPL yang diturunkan harus mematuhi prosedur biosecurity atau standar pengamanan biologi kejadian luar biasa yang mengancam kesehatan pada ternak yang ada dilingkungan masyarakat.

Ia menyebutkan jika semua petugas PPL Dispertan dan Balai Penyuluh Lapangan (BPL) diminta untuk melakukan tindakan antisipatif terhadap hewan ternak yang saat ini sudah menjadi suspect. Tak hanya itu, mereka juga melakukan pendampingan terhadap para peternak.

Sosialisasi terhadap para peternak juga dilakukan oleh petugas PPL terkait dengan adanya kasus PMK ini. Sosialisasi yang diberikan mulai dari cara penanganan, himbauan untuk selalu menjaga kebersihan kandang ternak agar tetap steril hingga menjaga kebersihan hewan ternak itu sendiri.

“Satu lagi yang penting adalah penyakit PMK ini tidak menular ke manusia, hanya saja saya mengimbau agar orang-orang yang tidak berkepentingan dalam merawat hewan ternak untuk tidak dekat–dekat dengan hewan ternak karena bisa jadi ikut membantu penularan melalui alat-alat yang dibawa,” pungkasnya.