Pelaku pembuang mayat bayi dalam tas kresek yang menggegerkan Banjarnegara, akhir tahun lalu, akhirnya berhasil diungkap Polres Banjarnegara.
- Sudah Dibersihkan, Tumpahan Oli di Tanjakan Tanah Putih Tetap 'Makan Korban
- Damkar Kabupaten Semarang di Prank, Kades Jimbaran Minta Maaf
- BREAKING NEWS: Laka Bus Tabrak Pembatas Jalan di Turunan Tol Tembalang, Korban Luka-luka Dilarikan ke Rumah Sakit
Baca Juga
Pelaku pembuang mayat bayi dalam tas kresek yang menggegerkan Banjarnegara, akhir tahun lalu, akhirnya berhasil diungkap Polres Banjarnegara.
Pelaku pembuang mayat bayi itu yakni RA (23) Warga Kecamatan Mandiraja, yang juga ibu kandung mayat bayi tersebut. Mayat bayi itu sendiri dibuang oleh pelaku bawah Jembatan aliran Sungai Serayu Waduk Jendral Soedirman, sesaat setelah dilahirkannya.
Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto, SH, SIK, MH, M.Si melalui Kasat Reskrim Iptu Donna Briadi, SIK dalam keterangan tertulis, Senin (8/3/2021) mengungkapkan, mayat bayi pertama kali ditemukan ND (38) sekitar pukul 11.00 WIB pada Sabtu (26/12/2020). Saksi ND saat sedang menjala ikan tiba-tiba melihat sebuah tas warna putih mengapung di pinggir aliran Sungai, setelah mendekati tas tersebut ia melihat bayi di dalam tas, kemudian ia pulang ke rumah dan melaporkan kepada perangkat desa IS (41) dan BR (50), kemudian BR melaporkan ke Polsek Wanadadi.
"Setelah datang ke lokasi, anggota Polsek Wanadadi mengevakuasi dan membawa bayi tersebut ke RSUD Hj. Anna Lasmanah Kolopaking Banjarnegara," kata Iptu Donna Briadi.
Begitu sampai di RSUD, lanjut Kasat Reskrim, Tim Inafis Polres Banjarnegara, dokter RSUD dan petugas Piket SPKT Banjarnegara melakukan pemeriksaan luar, berikut barang bukti satu buah celana legging warna hitam ukuran S, satu buah rok panjang warna hitam, satu buah tas kain warna putih dan satu buah tas plastik merk Indomaret.
"Hasil pemeriksaan diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 12 jam, mayat bayi berjenis kelamin laki-laki, panjang badan 47 cm, lingkar kepala 31 cm, lingkar dada 27 cm, lingkar lengan atas 9 cm, panjang umbi lokal 60 cm, panjang rambut 3 cm, berat badan antara 2.5 sampai 3 kg," ungkapnya.
Setelah kejadian tersebut, masih dikatakan Iptu Donna Briadi, pihaknya melakukan rangkaian penyelidikan dan mendapatkan informasi, di Kecamatan Sigaluh Banjarnegara di rumah TM tinggal seorang wanita yang diketahui hamil dan telah melahirkan, akan tetapi bayi tidak diketahui keberadaannya.
Mendapat informasi tersebut pada tanggal 18 Januari 2021 anggota Satreskrim Polres Banjarnegara beserta anggota Polsek Wanadadi bekerja sama dengan Tim Resmob Jatanras Polda Jateng mendatangi lokasi untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut.
"Sesampainya di lokasi tersebut ternyata benar telah tinggal bersama TM seorang wanita yang diketahui bernama RA (23) Warga Kecamatan Mandiraja, kemudian dua warga tersebut kami bawa ke Polres Banjarnegara untuk dilakukan pemeriksaan," ujarnya.
Kasat Reskrim mengungkapkan, setelah melakukan pemeriksaan secara intens terhadap TM dan RA, kepada petugas RA mengakui telah melahirkan bayi seorang diri di kamar sebuah rumah di Kelurahan Kutabanjarnegara Kecamatan Banjarnegara pada Sabtu (26/12/2020) sekitar pukul 03.30 WIB.
Setelah melahirkan kemudian tersangka melakukan kekerasan fisik terhadap bayi yang baru dilahirkan karena takut ketahuan melahirkan anak yang merupakan hasil hubungan gelap, sehingga bayi tersebut meninggal dunia, setelah meninggal mayat bayi tersebut bersama plasenta dibungkus plastik lalu dimasukan ke dalam tas kain warna putih.
"Selanjutnya sekira pukul 04.30 WIB tersangka keluar membuang mayat bayi tersebut," katanya.
Atas perbuatan tersangka, tersangka dijerat Pasal 80 Ayat (4) UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo UU No.17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak menjadi Undang-undang dan atau Pasal 342 KUHP.
"Ancaman pidana penjara paling lama 15 dan ditambah sepertiga karena pelaku orang tua kandung," tambahnya.
- Warga Baki Sukoharjo Diamankan Densus 88, Sita HP dan Laptop
- Tiga Kios dan Dua Rumah di Purbalingga Terbakar
- Kawasan Sayung Diterjang Angin Puting Beliung, PLN Berupaya Pemulihan Secara Bertahap