Pj Gubernur: Ekonomi Jateng Tumbuh Positif Sebesar 4,92%

Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana. Erna Yunus B/RMOLJateng
Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana. Erna Yunus B/RMOLJateng

Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana mengatakan ekonomi Jawa Tengah pada semester 1 tahun 2024 tumbuh positif sebesar 4,92% (year on year).


"Kondisi ini diikuti turunnya angka pengangguran dari 5,13% pada Agustus 2023 menjadi 4,39% pada Februari 2024," kata Nana Sudjana saat membuka acara puncak peringatan Hari Jadi Provinsi Jateng ke-79 di Salatiga, Minggu (18/8). 

Nana menerangkan, persentase penduduk miskin turun dari 10,77% pada Maret 2023 menjadi 10,47% pada Maret 2024. Selain itu terjadi penurunan di angka kemiskinan ekstrem, dari 1,97% di tahun 2022 menjadi 1,11% pada tahun 2023. 

Sehingga, Provinsi Jawa Tengah pada 19 Agustus 2024 yang genap berusia 79 tahun dimana hampir seusia dengan Republik Indonesia terus berupaya meningkatkan capaian pembangunan demi mensejahterakan masyarakat.

"Kami mengajak masyarakat Jawa tengah untuk terus bersatu padu, belerja keras, dan berkolaborasi demi mewujudkan Jawa Tengah yang lebih sejahtera dan berdaya saing tinggi," ungkap Nana. 

Pertumbuhan ataupun perkembangan ekonomi disebutkan dia sudah secara signifikan meningkat. Banyak dari  kabupaten/kota yang  sudah berupaya terus meningkatkan pertumbuhan  ekonominya. 

Sementara, disektor lain, prevalensi stunting berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), turun dari 20,8% di tahun 2022 menjadi 20,7% di tahun 2023. Sehingga Jawa Tengah mendapatkan Penghargaan insentif fiskal atas kinerja baik dalam menurunkan angka stunting dan Insentif Fiskal Kategori Kemiskinan Ekstrem.

Berkat kinerjanya, lanjut dia, dibidang ekonomi, beragam penghargaan diraih oleh Pemprov Jateng dalam pengembangan layanan publik dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga berjalan baik, dan mengantarkan Jawa Tengah meraih Digital Government Award dengan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tertinggi, Badan Publik Informatif Terbaik Nasional enam kali berturut turut, serta JDIH terbaik pertama pada 2023, dan penghargaan-penghargaan lainnya.

Ada juga, Jawa Tengah mendapatkan predikat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Berkinerja Terbaik se-Jawa Bali. 

Selain itu Jawa Tengah juga mendapatkan penghargaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Terbaik Pertama Tingkat Provinsi,  serta 4 Anugerah Adinata Syariah dari Komite Nasional ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). 

Menurut Nana, selama 79 tahun Provinsi Jateng telah melalui berbagai tantangan dan perubahan namun tatap mampu bertahan dengan berpegang pada nilai-nilai luhur dan semangat  kebersamaan.  

Seluruh capaian yang telah diraih merupakan hasil kerja keras dan kontribusi dari seluruh elemen masyarakat.