Pemerintah saat ini seperti belum legawa untuk melepas kekuasaan pada Pilpres 2024 mendatang. Slogan “pembangunan harus dilanjut” menjadi dalih mereka untuk memastikan kekuasaan masih dalam kendali sekalipun jabatan sudah berakhir nanti.
- Komisi A DPRD Jateng Bahas Soal Rencana Pelepasan Aset Pemprov Ke PT KIK
- KPU Sukoharjo Rilis DPB Hingga Desember 2021 Ada 661.017 Pemilih
- Pilkada Solo Dipastikan Terus Berjalan
Baca Juga
Begitu analisa pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL.ID menyoal Istana Negara yang seolah dijadikan markas pemenangan pemilu kelompok tertentu, Minggu (7/5).
"Jadi, selain mengenyampingkan demokrasi, penguasa saat ini mengkamuflase kata pembangunan harus diteruskan. Seperti berkias," tegas Hendri Satrio.
Bagi orang awam, lanjut pendiri survei KedaiKOPI itu, keinginan agar pembangunan berlanjut bisa dimaknai bahwa pemimpin negeri ingin rakyat tidak minggir terlebih dahulu karena mereka masih ingin berkuasa.
“Jadi, justru rakyat mendengarnya, ‘wahai kalian rakyat semua minggir dulu, simpan dulu demokrasi kalian. Kami ingin berkuasa kembali’,” demikian Hensat.
- Proses Legislasi RUU TPKS Harus Segera Dilanjutkan, Kedepankan Efektivitas Pembahasan
- Pilkada di Depan Mata, Pengamat: Monggo Kerjanya Ditunggu!
- Ini Kata Gibran Soal Spanduk dan Yel yel Satgas 'Solo Bukan Gibran'