Direktur Pengelolaan Media Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Dr. Nursodik Gunarjo, M. Si., menyebutkan jika dua juta UMKM yang akan go digital.
- Pemkab Banyumas Tutup Rumah Sakit Darurat Covid di Hotel Rosenda Baturraden
- Petani Nahdliyyin Turut Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi Selama Pandemi
- Anjing Pelacak Satpol PP Kota Semarang Bantu Temukan Jenazah Korban Gempa Cianjur
Baca Juga
Ungkapan tersebut disampaikan saat acara Ngopi Bareng di Monpers, pada Salatiga Expo Hybrid 2022 di Taman Wisata Sejarah Salatiga, Jumat (20/5) siang.
Peserta Ngopi bareng di Monpers diantaranya OPD, kepala sekolah, guru, siswa, dan masyarakat. Pemateri ngopi bareng selain Wali Kota, hadir pula
Gunarjo mengemukakan bahwa ekonomi akan bergeser ke ekonomi digital.
"Belajar dari krisis 1998 penyokong ekonomi tetap tumbuh adalah UMKM," kata Gunarjo
Dari sudut pandangnya, ia melihat industri besar pasar global kelimpungan saat pandemi covid-19. Namun UMKM memiliki ketahanan sangat luar biasa saat menghadapi guncangan.
"Marena sudah terbiasa dengan masalah. Sehingga, sisi keuntungan saat pandemi kita akan memiliki dua juta UMKM yang akan go digital," ujarnya.
Gunarjo menyebutkan, pelaku UMKM saat krisis bukannya runtuh justru tumbuh. Bahkan, di Salatiga sendiri, UMKM saat pandemi tumbuh dua kali lipat saat pandemi.
Terkait bahaya hoaks, Gunarjo mengajak masyarakat saring sebelum sharing. Terlebih menjelang tahun 2024 adalah tahun politik, maka tahun 2023 adalah akan muncul banyak informasi hoax.
"Saring sebelum sharing, itu yang harus dilakukan masyarakat. Pesan saya agar masyarakat Salatiga tidak menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya," imbuh Gunarjo.
Sementara itu Wali Kota menjelaskan bahwa meski pandemi Salatiga belum pernah menutup pasar.
"Ini adalah komitmen Wali Kota untuk tidak menghentikan perekonomian. Bahkan saat pandemi berlangsung pelaku usaha kecil tumbuh dari 11 ribu menjadi 23 ribu UMKM," sebut Wali Kota.
Beberapa UMKM di Salatiga, bahkan menembus ekspor di saat pandemi Covid karena memanfaatkan digital. Bahkan, tak jarang aada pula pelaku UMKM sekarang diberi kepercayaan untuk mengajarkan sistem pemasaran digital tersebut kepada UMKM lain di Salatiga.
Sehingga, Wali Kota Salatiga Yuliyanto, SE., MM., optimis jika di tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga akan mencapai tujuh persen.
- Kurun Waktu 7 Tahun Terakhir, KSP Terima 1.385 Pengaduan Kasus Agraria
- MPR RI : Perpanjangan PPKM Level 4 Tuntut Komitmen Pemerintah Daerah
- Perintah Kapolri ke Kapolda: Mulai Hari ini, Pastikan Minyak Goreng Ada di Lapangan