Perseteruan antara Partai Demokrat yang sah pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan versi Kongres Luar Biasa (KLB) sepihak di Deli Serdang tampaknya masih jauh dari kata akhir.
- Perdana Ikut Pemilu, Ustadz Ba'asyir Nyoblos di TPS 54 Ngruki Cemani
- Ada Dua Nama Dapat Surat Tugas, Golkar Sebut Tidak Ada Perpecahan
- Dampingi Astrid, Respati Adi 'Geser' Gusti Bhre?
Baca Juga
Perseteruan antara Partai Demokrat yang sah pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan versi Kongres Luar Biasa (KLB) sepihak di Deli Serdang tampaknya masih jauh dari kata akhir.
Terlebih lagi, kubu KLB yang dipimpin Kepala KSP, Moeldoko, telah mendaftarkan kepengurusan mereka ke Kementerian Hukum dan HAM pada Senin kemarin (15/3).
Para pendukung Demokrat pimpinan AHY pun banyak mempertanyakan status Moeldoko yang hingga kini masih menjabat Kepala KSP. Mereka mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mengganti Moeldoko karena telah mencampuri urusan internal Partai Demokrat.
Toh, Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution, punya pandangan lain soal desakan pengunduran diri Moeldoko.
"Berharap Pak Moeldoko mau mundur sebagai Ketum Partai Demokrat abal-abal jauh lebih mulia, ketimbang kepentingan mendesak mundur dari jabatan KSP," ucap Syahrial Nasution, Rabu (17/3), seperti dilansir Kantor Berita RMOL.
Menurut Syahrial, jelas tidak sepadan mempertaruhkan kehormatan dan martabat dengan berusaha mengambilalih kepemimpinan Demokrat.
"(Jabatan) KSP diberi oleh Pak Jokowi, sementara ketum abal-abal diinisiasi para petualang politik," tandasnya. [sth]
- Partai Gerindra Targetkan 30 Ribu Suara di Kecamatan Mranggen
- FX Rudy Pecat Kevin Fabiano!
- Agustina-Iswar Bakal Kelola Arah Pembangunan Ekonomi Kota Semarang Agar Maju dan Inklusif