Okupansi Ruang ICU Rumah Sakit Dib Kabupaten Semarang Tembus 90 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang Ani Rahardjo mengatakan, okupansi (tingkat hunian) ruang Intensive Care Unit (ICU) sejumlah rumah sakit rata-rata mencapai 90 persen.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang Ani Rahardjo mengatakan, okupansi (tingkat hunian) ruang Intensive Care Unit (ICU) sejumlah rumah sakit rata-rata mencapai 90 persen.

Hal ini diakui Ani Rahardjo imbas dari peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang dalam beberapa hari belakangan.

"Sebagian warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 membutuhkan perawatan medis secara intensif di rumah sakit. Akibatnya, okupansi ruang ICU di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Semarang rata-rata mencapai 90 persen," ungkap Ani Rahardjo kepada wartawan, Rabu (9/6).

Peningkatan juga terjadi di sejumlah tempat isolasi yang disediakan Pemkab Semarang. Ia merinci, ketersediaan ruang ICU di RSUD Gunawan Mangunkusumo Ambarawa mencapai 90 persen.

Sedangkan, lanjut dia, di RSUD Ungaran mencapai 80 persen, dan rumah sakit Ken Saras bahkan mencapai 100 persen.
"Dan jumlah warga yang diisolasi di tempat isolasi tidak berkurang, justru bertambah," ujarnya.

Menurutnya, semua rumah sakit sekarang berupaya menambah tempat tidur. Sebab ruang ICU disemua rumah sakit rata-rata tersisa 10 persen.

Saat ini pasien yang dirawat di ruang isolasi terpusat di Siwakul ada 38 orang. Kemudian di Hotel Garuda Kopeng terisi 18 orang dan Rusunawa Pringapus sementara dua orang.

"Masih tersisa 46 kamar yang masih kosong. Jadi kita kurang sedikit, apabila tidak gerak cepat dan maksimal bisa jatuh pada zona merah. Posisi kita sudah tidak aman lagi, waktunya membunyikan alarm," ujarnya.