Paska kecelakaan Kereta Api Brantas dan Truk Tronton, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) akan meminta Pemerintah Kota Semarang untuk melarang truk besar atau sumbu tiga melintas di perlintasan Jalan Madukoro Raya.
- Kartini Masa Kini, Tetap Berkontribusi Dan Jaga Tradisi
- Tiga Mayat Ditemukan di Sungai Pekalongan, Diduga Korban Penggerebekan Sabung Ayam
- Kecelakaan Karambol, Buntut Truk Trailer Sruduk Pick Up Hendak Putar Balik
Baca Juga
Hal tersebut disampaikan Dirjen KA, M Risal Wasal, saat mengecek lokasi, paska kecelakaan yang melibatkan KA Brangtas dan truk tronton pada Selasa (18/7) malam.
"Kita minta juga ke Dishub untuk membuat larangan ini. Kan nggak boleh melaju tipe kontainer ya apalagi deck pendek itu posisinya. Kita cek di lokasi, ada informasi ini sudah yang ketiga dan masyarakat sudah melarang sebenernya lewat sini," kata Dirjen KA, M Risal Wasal saat di lokasi kecelakaan, Rabu (19/7).
Risal mengatakan jalan tersebut sebenarnya tidak diperuntukkan untuk kendaraan sumbu tiga. Terlebih, jalan menuju perlintasan cukup menanjak sehingga kendaraan panjang dan ceper rentan tersangkut.
“Nanti kita koordinasi dengan Pemda seperti apa, masang rambu atau pelarangan supaya kendaraan seperti itu tak boleh lewat sini. Artinya ini bukan jalur untuk mereka, artinya dia make low deck untuk kendaraan berat mungkin tersangkut kan panjang ya," jelasnya.
Saat ini, pihaknya fokus terhadap perbaikan rel kereta api dan jembatan yang menopangnya.
Dia menyebut sejumlah bantalan rel kereta akan diganti dan struktur jembatan akan diperkuat secara sementara.
"Perkuatan dulu itu, sementara supaya nanti pasca kejadiannya, ini kan masih 2B, 20 km per jam. Tadi itu kita hanya ganti bantalan dan perkuatan konstruksi," ujarnya.
Seperti diketahui, KA Brantas menghantam truk yang berhenti di tengah perlintasan pada Selasa (18/7) malam. Tabrakan itu sempat membuat ledakan dan api berkobar di tengah jembatan. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut. Tim TAA dan Labfor Polda Jateng juga dikerahkan untuk memeriksa TKP.
- Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Sungai Jalan Sriwijaya Semarang
- Seorang Nenek di Bukateja Purbalingga Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi
- Pemutakhiran: Satu Anak Yang Tenggelam Di Sungai Glugu Akhirnya Ditemukan