Pemkab Proses Tahapan Hibah MAN dan MTs Negeri Batang

Pemerintah Kabupaten Batang menindaklanjuti permintaan hibah aset MAN Batang dan Mts Negeri dari Kementrian Agama (Kemenag). Hal itu disampaikan oleh Kepala Kemenag Batang, Akhmad Farkhan.


"Kemarin ada pengukuran tanah yang akan dihibahkan kepada Kementerian Agama," katanya, Kamis (31/8).

Pihaknya menyebut pengukuran dilakukan oleh tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batang. Untuk perhitungan secara manual, pihaknya punya data luas tanah MAN Batang mencapai 10.200 meter persegi.

Akhmad Farhan menyatakan tidak akan keberatan dengan hasil pengukuran dari BPN. Sebab, datanya hasil perhitungan manual.

"Saya ucapkan terima kasih kepada bu  PJ Bupati yang telah memperhatikan apa namanya upaya pendidikan keagamaan yang sejak lama kita bina di batang. Dan memperhatikan nasib siswa siswi kami yang sekolah di madrasah," ujarnya.

Kepala Kemenag itu menyampaikan jika aset sudah atas nama Kemenag Batanv, maka bantuan dari pusat bisa turun. Hal itu akan berpengaruh pada iuran wali murid.

Iuran yang akan dibebankan pada wali murid akan berkurang. Sebab, selama ini, iuran terbesar untuk kebutuhan pembangunan gedung.

"Ada MI Negeri di Batang dapat dana dari pusat Rp 3,5 miliar untuk pembangunan gedung," contohnya.

Kabag pemerintahan, Trijanto menjelaskan tahapan hibah aset secara umum. Pengukuran lahan oleh BPN akan menghasilan peta bidang.

Peta bidang merupakan salah satu syarat administrasi yang harus dipenuhi. Setelah itu, pemkab Batang meminta persetujuan dari DPRD Batang.

"Untuk penandatangan hibah nanti antara PJ Bupati Batang dan Kepala Kemenag," jelasnya.