Kepolisian Resort (Polres) Kebumen, Sabtu (22/9) menggelar simulasi Sispam Kota atau penanganan unjuk rasa akibat ketidakpuasan terhadap hasil Pemilu 2019. Situasi dan bentrok antara petugas pengamanan dari Polres Kebumen dengan peserta unjuk rasa dibuat semirip mungkin dengan kejadian aslinya.
- Pengamat: Caleg Muda, Suksesor Pemilu 2024
- Solo: 15 Organisasi Relawan Satukan Barisan, Deklarasi Bersama Dukung Astrid Widayani
- Bawaslu Kota Semarang Awasi Kampanye Tersebelung
Baca Juga
Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar mengatakan, latihan pengamanan tersebut untuk memantapkan kesiapan pengamanan saat pemilu 2019 di Kebumen. Dengan kesiapan anggota, maka penanganan masalah pemilu dalam eskalasi tertentu nantinya dapat ditangani sesuai dengan standar operasional.
Kami berharap, kerusuhan ini hanya simulasi saja. Untuk Pemilu besok berjalan dengan kondusif seperti harapan seluruh warga masyarakat Indonesia," kata Arief Bahtiar.
Adapun yang disimulasikan mulai dari penanganan konflik di TPS, penanganan unjuk rasa di gedung KPU hingga upaya represif terhadap oknum yang akan mengacaukan jalannya rangkaian Pemilu 2019.
Dalam simulasi Sispam kota itu, Polres Kebumen melibatkan dari TNI dan unsur Pemerintah di Kebumen untuk memerankan perannya masing-masing sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
Arief Bahtiar menambahkan, Polres Kebumen telah menugaskan 2/3 kekuatan Polres Kebumen atau sekitar 500 Personel untuk mengamankan jalannya rangkaian kegiatan Pemilu hingga Oktober 2019 mendatang.
Simulasi yang digelar di depan Gedung Setda Kabupaten Kebumen atau di Jalan Veteran itu cukup menyita perhatian publik. Banyak masyarakat yang ada di alun-alun ikut menyaksikan tahap demi tahap yang disimulasikan oleh Polres Kebumen.
- Wacana MLB NU Mencuat, Presidium MLB NU se-Sumatera Terbentuk
- KPU Kabupaten Tegal Upayakan Partisipasi Masyarakat Minimal 79% Pemilu 2024
- Agustina-Iswar Temui Relawan Pendukung Jaguar