Ribuan PNS Ikuti Uji Potensi dan Kompetensi Berbasis CAT

Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kabupaten Kendal mengikuti penilaian potensi dan kompetensi berbasis Computer Assisted Tes (CAT).


Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kabupaten Kendal mengikuti penilaian potensi dan kompetensi berbasis Computer Assisted Tes (CAT).

Hal ini dalam rangka penerapan manajemen talenta. Tes tersebut dilakukan secara bertahap dan digelar selama 14 hari di Pendopo Pemkab Kendal, Senin (2/11).

Tes yang merupakan pilot project dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menerapkan sistem merit ASN di instansi pemerintah.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kendal, Moh Toha mengatakan, tes CAT bagi ASN tersebut merupakan pilot project dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menerapkan system merit ASN di instansi pemerintah yang merupakan amanat Undang-Undang (UU) No 5 tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Terdapat empat tujuan dari tes yang dilakukan bagi ASN, salah satunya adalah sebagai tolak ukur persiapan kebutuhan diklat PNS.

"Tujuan tes ini tentunya sebagai penyusunan database kompetensi ASN untuk Manajemen talenta. Mengukur tingkat kesenjangan kompetensi ASN sebagai pengukur bahan pertimbangan pengembangan karir dan sebagai tolak ukur persiapan kebutuhan diklat PNS," kartanya.

Plt BKPP Kabupaten Kendal Wahyu Hidayat mengatakan, pelaksanaan tes yang dilakukan merupakan tahapan untuk pemetaan potensi ASN dan diikuti oleh 1.882 ASN Kendal.

"Pelaksanaan tes ini dilakukan selama 14 hari kerja mulai hari ini. Setiap harinya ada tiga sesi. Peserta penilaian yakni pejabat administrator 150 orang, pejabat pengawas 552, pejabat fungsional 811, dan pejabat pelaksana 369. Jumlahnya ada 1.882 ASN," katanya.

Terkait penilaian potensi dan kompetensi CAT terdapat tujuh aspek diantaranya, mengukur kemampuan berpikir, mengukur kemampuan intrapersonal, mengukur kemampuan interpersonal, mengukur daya juang menghadapi hambatan, mengukur sikap kerja, mengukur potensi integritas dan mengukur tingkat kepemimpinan.

"Diantara manfaatanya, penyususnan database kompetensi ASnuntuk kuadran manajemen talenta yang terintegritas dan Simpeg, mengukur tingkat kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki ASN dengan jabatan yang sedang diduduki dan akan diduduki, serta lainnya," jelasnya.

Pelaksanaan tes CAT tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan dilakukan secara bertahap dengan dikuti oleh 50 peserta dalam satu ruangan dengan ketentuan satu hari 2-3 sesi.

"Jadi tiap sesinya diikuti kurang lebih 50 orang. Kami atur jaraknya tiap peserta sesuai protokol kesehatan," pungkasnya.