Bupati Purbalingga Sebut Stok Oksigen Di RS Mulai Terbatas

Stok oksigen di sejumlah RS di Purbalingga mulai terbatas. RMOL Jateng
Stok oksigen di sejumlah RS di Purbalingga mulai terbatas. RMOL Jateng

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengakui, stok oksigen di sejumlah rumah sakit di Purbalingga mulai terbatas.


Hal ini juga terjadi di daerah lain dan satu sama lain saling berebut stok. Untuk mengatasi hal tersebut tidak cukup dengan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat.

"Oleh karenanya kami upayakan kerjasama dengan pihak ketiga dengan sistem Kerjasama Operasional (KSO) dalam hal pengadaan oksigen di Kabupaten Purbalingga, sehingga nantinya tidak ketergantungan stok oksigen dari pemerintah pusat maupun provinsi," imbuhnya.

Terkait banyaknya jumlah kematian akibat Covid-19, diakui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku tim pemulasaran dan pemakaman jenazah mulai kewalahan. Oleh karenanya masing-masing desa diminta untuk membentuk petugas pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19.

"Petugas nantinya mendapatkan pelatihan dari BPBD dan puskesmas sehingga terkaitan pemulasaran dan pemakaman tetap tidak terhambat dan sesuai protokol kesehatan," katanya.

Terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, hingga pagi (19/7) ini belum ada perintah untuk dilakukan perpanjangan. Meski demikian Pemkab Purbalingga tengah mempersiapkan skenario pemberian Jaring Pengaman Sosial (JPS) jika nanti PPKM Darurat diperpanjang.

"Pemkab Purbalingga sudah mempersiapkan skenario pemberian Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi komunitas/masyarakat yang terdampak Covid-19," katanya.

Seperti yang diketahui per 18 Juli 2021 kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga mencapai 3063 orang. Sebanyak 2846 orang pasien diantaranya menjalani isolasi mandiri, dan 217 pasien dirawat di beberapa rumah sakit di Purbalingga.