Kepala penasihat medis Gedung Putih Anthony Fauci mengatakan potensi dari kemunculan varian-varian baru Covid-19 masih tinggi. Bahkan meski Omicron menjadi varian terakhir, virus SARS-CoV-2 masih akan terus ada di masyarakat.
- Seribu Petugas Dikerahkan untuk Bantu Memerangi Kebakaran Hutan Yunani
- Belanda Tingkatkan Status Risiko Covid-19 Di Sejumlah Wilayah
- Dunia Diminta Tidak Berkompromi dengan Taliban Soal Hak Pendidikan Perempuan Afghanistan
Baca Juga
"Bukan berarti Anda bisa menghilangkan penyakit ini sepenuhnya. Tapi mudah-mudahan, itu akan berada pada tingkat yang rendah sehingga tidak mengganggu interaksi sosial, ekonomi, dan interaksi normal kita satu sama lain. Bagi saya, itulah new normal," kata Fauci di World Economic Forum (WEF) pada Senin (17/1), dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.
Fauci menuturkan, sulit untuk memprediksi new normal di masa depan. Namun ia berharap dunia akan lebih solid dan mengingat apa yang dapat dilakukan pandemi seperti hari ini.
"Saya tidak berpikir orang-orang akan berjalan-jalan dengan masker selamanya, tetapi new normal adalah solidaritas yang lebih besar satu sama lain," jelasnya.
Berdasarkan penelitian, varian Omicron yang sangat menular sebagian besar menunjukkan gejala yang lebih ringan. Tetapi para ahli menekankan agar masyarakat tidak meremehkan Omicron.
- Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Tidak Melarikan Diri
- Peneliti Inggris Temukan Gen Yang Dapat Mendeteksi Dini Kasus Covid-19
- Polisi Berhasil Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Kereta Bawah Tanah di New York