Kasus korupsi yang sempat menghentak warga Semarang terkait dugaan keterlibatan Wali Kota, Hevearita Gunaryanti Rahayu, terkesan jalan ditempat.
- Hasil Razia Dadakan Di Rutan Salatiga: Nihil Narkoba dan Barang Berbahaya
- Tuntutan Anak Kepala Suku Papua Ke Bos BLN Salatiga : Tidak Bisa Bayar 20 M, Nico Jalani Hukum Adat
- Tegas! Tiga Kali Tertangkap Gegara Tawuran, Polisi Blacklist SKCK Pelajar Semarang
Baca Juga
Kendati sudah menetapkan sejumlah tersangka dan memanggil beberapa saksi, namun jalannya kasus ini dinilai lamban dan menggantung.
Situasi ini pun memunculkan sejumlah spekulasi di masyarakat. Ada yang bilang, sengaja dipolitisir mengingat Pilkada akan digelar akhir November ini, ada juga menyebut, jika KPK belum menemukan fakta bukti yang kuat.
Mana yang benar?, menyikapi hal ini, Sekretaris Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Ronny Maryanto berharap KPK dapat tegas memberikan sanksi bagi siapapun terlibat dalam kasus korupsi tersebut.
"Siapapun harus siap mendapatkan sanksi tegas jika bersalah dalam kasus korupsi. Kami harapkan proses penyidikan KPK segera tuntas dan ada hasil," tegas Ronny, Minggu (11/8).
Masyarakat dan semua pihak, kata Ronny, menanti-nanti agar penyidikan kasus korupsi dapat segera membuahkan hasil serta ada tersangka harus siap untuk tanggung jawab.
Selain itu, aktivis anti korupsi di Jawa Tengah inipun juga mengaku siap untuk ikut mengawal proses penyidikan KPK sampai tuntas.
"Kami harapkan agar prosesnya lancar tanpa ada halangan. Supaya siapapun tersangka ditetapkan masyarakat tau. Jadi, proses penegakan hukum korupsi bisa membuat masyarakat lega karena tidak cuma isu saja," terang Ronny.
- Ditemui Ahmad Luthfi, Sopir Ngeluh Ekonomi
- Jawa Tengah Juara Umum Ke 6 Kali Ajang PEPARNAS XVII
- Obat Rasa Kangen, Para Seniman Pelukis Gambar Sketsa Wajah Ahmad Lutfhi