Pemerintah Kabupaten Batang telah menetapkan pelaksana tugas (plt) kepala Desa Pretek yang menjadi tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor) oleh Kejaksaan Negeri Batang. Sekretaris Desa Pretek ditunjuk menjadi plt Kades hingga masa jabatan berakhir.
- Netralitas Aparatur Negara Elemen Kunci Jaga Integritas Demokrasi
- Bupati Demak Terus Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Smart City
- Baznas Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana di Semarang
Baca Juga
Kades bersama Bendahara Desa saat ini menjadi tersangka kasus dugaan tipikor. Keduanya kongkalikong melakukan korupsi dana desa sejak 2018 hingga 2022.
"Otomatis sekdes jadi plt-nya. Untuk status keduanya sudah diberhentikan sementara. Dasarnya surat salinan penetapan tersangka yang kami dapat tiga hari lalu," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Rusmanto, Rabu (9/11).
Tugas sekdes Pretek selaku PLT terkait dengan masalah keuangan desa, hingga pengajuan dana desa.
Plt Kades Pretek juga diberikan kewenangan untuk mengangkat bendahara desa dan mengusulkan mempertanggungjawabkan terkait keuangan.
Rusmanto juga menyatakan tidak akan melakukan pemilihan pergantian pejabat antar waktu (PAW). Alasannya, masa jabatan Kades Pretek tinggal 8 bulan.
“Tetapi ketika kapala desa itu sudah Inkracht, nanti kita akan tunjuk penjabat (Pj) kepala desa,” jelasnya.
Kades Pretek yang berinisal TR dan bendaharanya HZ dijadikan tersangka dengan bukti-bukti yang cukup kuat. Keduanya diduga telah merugikan negara sebesar Rp351.670.581,25.
- Cegah Banjir, Bendung Gabus Dinormalisasi
- Bupati Batang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
- Enam Orang Sepakat Jadi Ketua Pendamping Formasjakon Banjarnegara