Invasi besar-besaran Rusia membuat puluhan ribu orang Ukraina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, berbondong-bondong menyeberang ke negara tetangga.
- Tanggap Darurat Gempa Susulan, Pemdes Banyubiru Dirikan Tenda Posko Pelayanan
- Anak 6 Tahun Jadi Korban Rasisme Anti-Asia
- Nigeria Protes ke Indonesia Usai Beredar Video Diplomatnya Dianiaya
Baca Juga
Dari laporan Reuters, banyak warga Ukraina menyeberang ke Polandia, Rumania, Hongaria, dan Slovakia pada Jumat (25/2). Namun, laki-laki berusia 18-60 tahun tidak diizinkan untuk pergi.
"Saya meninggalkan suami, dia masih di sana (Ukraina). Kami berdoa untuk Ukraina dan berharap semuanya baik-baik saja," ujar warga Ukraina yang memboyong keluarganya menyeberang ke Slovakia.
"Di Lviv tidak apa-apa tetapi di kota-kota lain itu benar-benar bencana. Kiev dibom, kota-kota kecil lainnya dibom, kami mendengar pengeboman di mana-mana," ujar Marta Buach, sembari menyebut suaminya tidak diizinkan menyeberang.
Banyak warga yang harus menunggu selama berjam-jam dalam kondisi beku demi meninggalkan Ukraina.
Menurut pihak berwenang, membutuhkan waktu 6-12 jam untuk sampai ke Polandia.
Otoritas perbatasan mengatakan 29.000 orang telah memasuki Polandia dari Ukraina pada Kamis. Sedangkan di Rumania, lebih dari 10.000 orang Ukraina tiba pada Kamis, dan hampir 3.000 di Slovakia.
Dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, badan-badan bantuan PBB mengatakan perang dapat mendorong hingga lima juta orang Ukraina melarikan diri ke luar negeri. Bahan bakar, uang tunai dan pasokan medis juga dilaporkan hampir habis di beberapa bagian Ukraina.
- Retno: Indonesia Dukung Penuh AICHR Proteksi HAM Di ASEAN
- Bertemu Menlu Malaysia, Retno Bahas Kerjasama Pendidikan Dan TKI
- Xi Jinping Perintahkan Optimalkan Operasi Penyelamatan China Eastern Airlines