Lansia berusia di atas 50 tahun termasuk ke dalam kelompok berisiko terinfeksi Covid-19 dengan gejala yang parah.
- Pandemi Picu Peningkatan Angka Stunting
- Pemkot Semarang Tekan Stunting dengan Program Dapur Sehat
- Tingkatkan Mutu Layanan Program JKN, Faskes Harus Dukung Penggunaan Produk Dalam Negeri
Baca Juga
Lansia berusia di atas 50 tahun termasuk ke dalam kelompok berisiko terinfeksi Covid-19 dengan gejala yang parah.
Bahkan kondisi tersebut bisa menjadi lebih buruk jika mereka memiliki penyakit komorbid atau penyerta. Penularan virus corona pada lansia sendiri banyak terjadi dalam klaster keluarga.
Sehingga anggota keluarga harus memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi untuk mencegah penularan tersebut.
"Pertama, kita harus memastikan diri kita aman. Mungkin di usia 20 sampai 50 tahun bisa tanpa gejala. Tapi ketika di atas 50 tahun, itu angka positif dan meninggal lebih tinggi," terang Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama dalam diskusi virtual Bincang Sehat bertajuk "Strategi Jitu Cegah Klaster Keluarga Di Tengah Pandemi Covid-19" pada Rabu (21/10), dikutip dari Kantor Berita RMOL.
Dalam pencegahan, dr. Ngabila mengatakan, anggota keluarga yang aktif berada di luar rumah harus memiliki kesadaran dengan menjaga kebersihan dan melakukan jaga jarak dengan para lansia.
"Jadi kalau ada kerabat atau keluarga yang ingin silaturahmi bisa dilakukan secara virtual. Kalaupun silaturahmi (tatap muka) harus jaga protokol kesehatan," imbau dr. Ngabila.
Selain pencegahan, dr. Ngabila juga menggarisbawahi pentingnya deteksi dini pada lansia. "Ketika para lansia punya keluhan, entah itu pegal-pegal, mencret, atau paling khas Covid itu pilek, rasa pengecap terganggu, demam, batuk, sakit tenggorokan, itu langsung periksakan diri," lanjutnya.
Ketika menghadapi situasi tersebut, ia mengingatkan, anggota keluarga harus lebih cekatan untuk melakukan deteksi dini. Pasalnya, para lansia sangat mungkin mengalami delayed diagnosis atau keterlambatan diagnosa yang membuat akhirnya sulit tertolong.
"Jadi di Covid, time is golden period. Jangan menunda," tegasnya.
- Usung Konsep Premium Hospital, Pasien RS Sarkies Serasa Tinggal di Hotel
- Kota Semarang Masih Berlakukan PPKM Level 1
- Anas: RSUD Patut. jadi Contoh RS lainya