Sedikitnya 6.647 bayi dibawah usia lima tahun (balita) di Kabupaten Cilacap mengalami stunting atau tumbuh kerdil. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Jateng, kasus stunting di Cilacap menduduki posisi ketiga tertinggi se Jateng.
- RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Miliki Layanan Hemodialisis Permudah Pengobatan Pasien Gagal Ginjal
- Antisipasi Varian Mu, Pemprov Jateng Beli Whole Genome Sequencing
- Hasil Uji Laboratorium Kuliner Sentra Dracik Kampus Negatif, Aman Dikonsumsi
Baca Juga
Penyebab Stunting salah satunya adalah kurangnya asupan gizi dan penggunaan garam non beryodium berlebih. Menyikapi hal ini Pemkab Cilacap berupaya melakukan sosialisasi dan monitoring garam dengan cara terjun langsung ke sejumlah pasar dilingkup Cilacap. Wilayah pasar yang dimaksud antara lain, Kecamatan Cimanggu, Karangpucung, Kawungaten, Sidareja dan Maos.
Rencananya monitoring garam beryodium ini akan dimulai pada September mendatang," kata Kasubag Kesejahteraan Rakyat pada Bapelitbangda Cilacap, Karisah, Minggu (26/8).
Karisah mengatakan, pemeriksaan kadar yodium pada garam nantinya menggunakan yodinates.
Hasil sampel garamnya akan kami bawa ke laboratorium," katanya.
Karisah menambahkan, Pemprov Jateng mentargetkan pada 2019 akan membentuk 10 desa bebas garam nonyodium dan bebas stunting untuk wilayah Cilacap. Upaya ini untuk menekan kasus stunting di kabupaten terluas di Jateng ini.
- Vaksinasi Door to Door, Pemkot Solo Sisir Warga Belum Tervaksin
- Optimalkan PIPP di Rumah Sakit, BPJS Kesehatan Pekalongan Tingkatkan Mutu Layanan
- RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Miliki Layanan Hemodialisis Permudah Pengobatan Pasien Gagal Ginjal