Yunani menyatakan siap membantu membangun kembali rumah sakit bersalin di Mariupol Ukraina yang hancur akibat serangan Rusia.
- Malaysia Longgarkan Pembatasan Covid-19
- Prabowo: Masyarakat Hati-Hati Kalau Terima Tawaran Keuntungan
- Divisi Tank ke-105 Korea Utara Masih Berjaya
Baca Juga
Mariupol, kota di Ukraina selatan, yang terkepung oleh pasukan Rusia pekan lalu, menjadi sasaran ledakan bom Rusia, dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.
Pemukiman dan beberapa fasilitas, termasuk rumah sakit bersalin, hancur lebur. Peristiwa ini bukan saja memancing amarah Ukraina tetapi juga dunia.
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan, Mariupol adalah kota kesayangan, di mana minoritas Yunani, sekitar 100.000 orang, bermukim di sana. Pada Jumat (18/3) ia dengan tegas menyatakan akan membantu pembangunan kembali sekaligus mengutuk peristiwa itu sebagai barbarisme perang.
"Yunani siap membantu membangun kembali rumah sakit bersalin Mariupol, pusat minoritas Yunani di Ukraina, sebuah kota yang kita sayangi dan menjadi simbol barbarisme perang," katanya dalam postingannya di Twitter.
Saat ledakan, semua orang berusaha mencari tempat berlindung. Sementara dilaporkan bahwa tiga penduduk sipil tewas dalam serangan itu.
Konsul Yunani di Mariupol, Manolis Androulakis, menyelamatkan diri di ruang bawah tanah ketika serangan Rusia meluluhlantakkan kota itu. Ia baru berhasil dievakuasi kemarin ke Moldova. Lebih dari 11.000 pengungsi Ukraina, termasuk lebih dari 3.000 anak-anak, telah tiba di Yunani sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.
- Ed Sheeran dan Taylor Swif Rilis "The Joker and The Queen"
- Indonesia Gunakan Diplomasi Senyap untuk Selesaikan Masalah Myanmar
- Es Krim Ben & Jerry's Berhenti Berjualan Di Tepi Barat Sebagai Penolakan Atas Pendudukan Israel