Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. yang berlangsung Rabu (30/5), sepakat akan membagikan dividen sebesar Rp431,617 miliar atau Rp29 per lembar saham.
- Blipay Hadir di tiket.com, Ekosistem Blibli Tiket Berikan Layanan Bernilai untuk Pelanggan
- Berbagi Berkah Ramadan, SG Salurkan Rp1,6 Miliar dan 15.500 Paket Sembako
- Beras dan Cabai Pengungkit Inflasi di Jateng
Baca Juga
Selain itu, RUPS juga memutuskan perombakan jajaran direksi dan komisaris, dengan mengangkat dua orang profesional, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kinerja Sido Muncul kearah yang lebih baik ke depannya.
Dividen yang dibagikan sebesar itu, merupakan 80,5% dari laba bersih tahun buku 2017 sebesar Rp533,798 miliar setelah pajak atau Rp29 per saham dan sisanya menjadi laba ditahan untuk cadangan wajib.
Perubahan dua komisaris dan dua direksi. Komisaris Utama yang semula diisi oleh Sigit Hartojo Hadi Santoso diganti menjadi J Sofyan Hidayat, sementara Sigit Hartojo Hadi Santoso dan Johan Hidayat menjabat Komisaris dan Komisaris Independen Eric Marnandus dan Ronny Behar.
Sedangkan di jajaran direksi, Direktur Utama yang semula dijabat J Sofyan Hidayat digantikan oleh David Hidayat yang sebelumnya sebagai Direktur Operasonal, dan dua profesional masuk Leonard menjabat sebagai Direktur Keuangan/Independen serta Direktur Penjualan dan Distribusi/Independen dijabat oleh Garry Mustika. Sementara Direktur Marketing tetap dipegang Irwan Hidayat.
David Hidayat, Dirut Baru Sido Muncul mengatakan, selama ini manajemen telah melakukan upaya meningkatkan penjualan baik lokal maupun ekspor. Selaras dengan adanya peningkatan kapasitas produksi jamu herbal likuid/ Tolak Angin dan sejenisnya dengan pabrik baru yang segera dioperasikan. Perluasan pabrik baru ini, diharapkan mampu mendukung perluasan pasar yang tengah dilakukan sekaligus kenaikan laba pada 2018 dan ke depan.
Hingga akhir tahun lalu, lanjutnya, Sido Nuncul berhasil meningkatkan laba bersih setelah pajak naik 11,1% menjadi Rp533,798 dari laba sebelumnya 2016 hanya sebesar Rp 480,5 miliar.
Manajemen tahun ini akan memfokuskan pada distribusi serta penjualan ekspor, " ujar David, Rabu (30/5).
Pertumbuhan itu, menurut David, merupakan hasil upaya manajemen dalam pembenahan distribusi yang secara signifikan dan telah berhasil meningkatkan penjualan, khususnya segmen herbal yang memberikan kontribusi terbesar selama penjualan tahun lalu.
Dampak perbaikan itu, dia menambahkan diharapkan masih terus berlanjut pada tahun ini, sehingga pertumbuhan diharapkan akan meningkat lebih baik dari yang telah dicapai 2017.
David menuturkan pencapaian kinerja manajemen Sido Muncul selama tahun lalu menunjukkan peningkatan yang signifikan, di tengah kondisi perekonomian nasional belum sepenuhnya pulih.
Perusahaan mampu melakukan effisiensi dalam berbà gai hal sehingga mampu membukukan kenaikan laba bersih, meski kondisi perekonomian saat ini masih belum menentu," tutur David.
Perusahaan, dia menambahkan, kini tengah menyelesaikan penambahan kapasitas fasilitas produksi jamu herbal likuid yang lebih modern, yang memilik kapasitas 2 kali lipat dari pabrik lama.
"Dengan demikian kami dapat memproduksi berbagai produk likuid cair dalam waktu yang bersamaan tanpa harus menunggu melakukan pencucian setiap ganti produk.Karena kami sdh menyiapkan beberapa line dalam ruangan yang terpisah. Dari sini masih terdapat effisiensi dalam proses produksi, apalagi masih banyak produk kami yang memiliki potensi ke depannya," ujar David .
Saat ini, menurutnya, terkait dengan pasar ekspor perusahaan akan lebih memfokuskan pada pengembangan pasar ke negara negara yang memiliki potensi seperti: Negeria dengan merealisasikan pembentukan perusahaan di negara tersebut.
David mengatakan prioritas pengembangan pasar ekspor juga ke Filipina yang sangat menjanjikan, mengingat kebiasaan masyarakat di negara itu sama dengan masyarakat Indonesia.
"Selain itu kami juga akan menggarap lebih serius pasar Malaysia , Australia serta beberapa negara tetangga yang memiliki kultur yang mirip dengan Indonesia. Bahkab penjualan ekspor kami sudah menyebar di 16 Negara", tuturnya.
- UMK Salatiga Hanya Naik Kurang Lebih 27 Ribuan
- 350 Juta Voucher Belanja Diklaim Pengguna Shopee
- Satpol PP Kota Semarang Buka Segel 500 Lapak Johar Selatan