Kelompok-kelompok tenaga medis di Jepang bersatu mendeklarasikan keadaan darurat medis.
- Sekretaris Departemen Kesehatan Australia Minta Warga Tidak Panik Sikapi Varian Omicron
- Drummer Rolling Stones Charlie Watts Meninggal Dunia
- Ke Singapura, Retno Bawa Agenda Penanggulangan Teroris Hingga Perundingan RCEP
Baca Juga
Keluarga besar Isti Yudha Prastika serta kerabat merasakan duka yang mendalam menyambut kedatangan jenazah pramugari Nam Air itu dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (16/1).
Tangisan keluarga hingga kerabat pecah, melihat peti jenazah almarhumah Isti yang menjadi korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, dilansir dari Kantor Berita RMOL.
Almarhumah Isti tiba pukul 12.00 WIB langsung dibawa ke Masjid Nurul Hasanan, Reni Jaya, Pamulang, Tangsel untuk disalatkan.
Sang ayah Udjang Usman menangis di depan peti jenazah anaknya. Udjang tertunduk, air matanya menetes, hanya ucapan istigfar yang bisa diucapkan sang ayah.
Jenazah Isti yang selesai disalatkan, kemudian dibawa ke rumah duka. Di saat mobil jenazah yang membawa almarhumah Isti, sang ibunda Irianingsih tak kuasa menahan tangis.
"Pengin ngeliat ade, pengin liat ade," ujar Iriananingsih yang lepas dari pelukan untuk menghampiri peti jenazah sang anak.
Diketahui, Isti meninggalkan seorang suami bernama R. Hendra Rachmad Hamdana dan belum diberikan momongan.
Pramugari Nam Air, Isti Yudha Prastika menjadi korban pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu dekat Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu (9/1).
- Sang Singa Yang Terpilih Sebagai Gembala Umat
- Barack Obama Membagikan Pengalaman Ketika Menjabat Sebagai Presiden AS
- PM Malaysia Siap Gelar Pemilu Juli 2022