Bank Indonesia Buka Suara Perihal UPAL Dan SBN Terbitan Sindikat Pimpinan AI

Ilustrasi Uang Palsu
Ilustrasi Uang Palsu

Jakarta - Marlison Hakim, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa sertifikat Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito cetakan sindikat uang palsu di UIN Makassar adalah palsu.

Sebagaimana diberitakan, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan SBN senilai Rp700 trilyun dan deposito BI senilai Rp45 trilyun di lokasi percetakan uang palsu tersebut.

“Masih dalam tahap penyelidikan dan kami akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk penjelasan lebih lanjut,” ujar Yudiawan.

Kemudian Bank Sentral melakukan pengecekan langsung terhadap SBN dan deposito yang ditemukan polisi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Departemen Pengelolaan Uang yang dicantumkan dalam sertifikat tersebut tidak pernah menerbitkan sertifikat deposito BI. Jadi jelas sertifikat itu palsu,” ujar Marilon, Senin (30/12).

“Yang berwenang untuk mengecek sertifikat atas SBN itu bukan BI, tetapi pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai penerbitnya,” jelasnya.

Sementara, menanggapi hal tersebut, Deni Surjantoro, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, RI mengatakan akan melakukan cek ke unit terkait.

“Masih menunggu konfirmasi dari unit terkait,” ungkap Deni, Senin(30/12).

Liputan sebelumnya dapat dibaca pada tautan berikut:

Pengusaha ASS Tersangka Upal UIN Makassar

Masyarakat Agar Hati-Hati, Peredaran Upal UIN Makasar Tidak Terkendali