Tugu megah simpang lima berada di tengah kota Purwodadi merupakan ikon Kabupaten Grobogan, tidak pernah dilakukan pemugaran. Sejak berdiri tahun 1975 dan diresmikan pada 1981, ada larangan pemugaran untuk bangunan tersebut.
- Ratusan Alumni Dalam dan Luar Negeri Hadiri Peringatan HUT Berdirinya Sekolah THHK (Long Hwa) Semarang
- Kantor Imigrasi Pemalang Tolak 106 Calon TKI Non Prosedural
- Polisi Hentikan Pengendara Kendaraan Bermotor Saat Detik Detik Proklamasi
Baca Juga
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, Agus Prastowo mengatakan, tugu simpang lima Purwodadi merupakan wilayah pengelolaan PDAM. Sejak awal berdiri tugu tersebut berfungsi sebagai pusat terminal peredaran air PDAM.
"Pernah kami sampaikan pada bupati Bambang Pujiono saat itu untuk dilakukan pemugaran, namun belum diperbolehkan," ucapnya, Kamis (16/2).
Sementara itu, Humas PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan, Eko Supriyanto menjelaskan, untuk tugu memang tidak dilakukan pemugaran karena tidak diperbolehkan oleh bagian perencanaan.
"Sejak berdiri hingga saat ini, memang tidak diperbolehkan dilakukan pemugaran, khususnya untuk tugunya, karena dikhawatirkan bahan kimia dapat menyebabkan korosi, makanya hingga saat ini hanya dibersihkan," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, tower tersebut masih difungsikan hingga saat ini, terutama untuk mengatur sirkulasi air menuju empat arah. Meliputi jalan R Soeprapto, Jalan Gajahmada, Jalan Diponegoro dan Jalan dr Soetomo.
"Untuk perawatan di atas tower ini masih ada air yang berfungsi menahan cuaca panas untuk keawetan bangunan tugu tersebut," imbuhnya.
- Bulan Dana Bakti PMI 2023 di Salatiga Ditarget Rp400 Juta
- Polres Karanganyar Siapkan Delapan Pos Pengamanan
- 20 Santri Ponpes ARIS Kaliwungu Gagal Divaksin