Bergabungnya gerbong Partai Islam Damai Aman (Idaman) dengan Partai Amanat Nasional (PAN) tidak serta-merta menghilangkan partai yang dipimpin Rhoma Irama itu.
- Agustina Wilujeng: Bahagia Itu Sederhana Ketemu Pedagang Diajak Foto, Cukup
- Menghitung Ulang Peluang Yoyok Maju Dalam Pilkada kota Semarang
- Intip Harta Kekayaan Calon Wakil Bupati Banjarnegara, Fahmi Umar Irawan
Baca Juga
Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno menjelaskan, bergabungnya Rhoma dan kawan-kawan adalah agar kader Partai Idaman bisa mengikuti ajang kontestasi pemilihan calon legislatif.
"Idaman kemudian dalam tanda petik mewakafkan kadernya untuk nyaleg dari PAN," katanya di lokasi deklarasi, Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/5) seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL
Nantinya, kader Partai Idaman yang ingin nyaleg harus mengganti kartu tanda anggota (KTA) dengan KTA yang dikeluarkan oleh PAN.
"Pada saat yang bersangkutan sudah mendaftar sebagai caleg PAN, syarat utama adalah KTA PAN. Kalau di PAN itu tidak boleh punya dua KTA. Jadi secara administratif KTA yang dipegang adalah KTA PAN," jelasnya.
Meski demikian, Eddy menekankan bahwa semua kader Partai Idaman tidak serta-merta semuanya masuk ke partai yang dipimpin oleh Ketua Umum Zulkifli Hasan itu.
"Bukan berarti terjadi eksodus (dari Partai Idaman ke PAN), karena memang kader Idaman banyak sekali dan yang nyaleg mungkin tidak seberapa. Jadi saya pikir itu merupakan konsekuensi logis dan hukum karena untuk mencaleg harus punya KTA PAN," demikian Eddy.
- Yoyok Tilik Bengkel Khusus Disabilitas
- Simulasi Pemilu 2024, KPU Demak Antisipasi Potensi Cuaca Ekstrem
- Nomor Urut Pilkada Wonosobo: Afif-Husein 1 Dan Itab-Sidqi 2