Sekumpulan emak-emak Desa Keconorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, bersaing dengan para usaha laundry modern yang kini berkembang.
- Satlantas Polrestabes Semarang Bagikan Makan Siang Gratis
- 6 PAC dan 109 Ranting Tolak Hasil Konfercab GP Ansor Grobogan
- Rutan Solo Bekali Ketrampilan Menjahit Bagi Warga Binaan, Produksi Ribuan Kaos
Baca Juga
Membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cahaya Laundry, Nur Jannah kini melayani konsumen lintas kecamatan. Dirinya juga memanfaatkan Google untuk memasarkan usahanya.
Ia membentuk KUB bersama tujuh ibu Desa Keconorejo yang bekerja juru cuci dan setrika.
"Kami bisa melakukan antar-jemput hingga ke Kecamatan Subah, Wilayah Pasekaran dan sebagainya. Tentunya ada biaya antarnya," jelasnya, Jumat (16/6).
Ia bercerita memulai usaha laundry 2015. Saat itu, kelompoknya mendapat bantuan dari corporate social responsibilty (CSR) PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI). Kelengkapan hasil CSR yang diberikan dari PT. BPI berupa satu mesin cuci dan perlengkapannya.
Pada awal usaha, kelompoknya hanya menerima cucian seberat 1 hingga 2 Kg per hari dengan tarif Rp 4.000 per kilogram.
Kini, tiap hari bisa mencapai 25 Kg per hari dengan tarif Rp 7.000 per Kilogram.
Usahanya pun kini menjadi langganan pelanggan hotel hingga beberapa perusahaan.
"Pelayanan unggulan kami adalah jemput bola dan satu lubang satu pelanggan yang artinya satu mesin cuci hanya dipakai satu pelanggan tidak dicampurkan dengan yang lainnya," jelasnya.
Lambat laun usahanya kini berkembang hingga aset KUB Cahya Laudry sekarang mencapai Rp.100 juta. Pendapatan tiap emak pun meningkat dari Rp 45 ribu per Bulan hingga kini menjadi Rp.1.000.000per bulan.
Saat ini usahanya sudah punya aset berupa dua timbangan, duamesin cuci. Rencananya akan tambah saru mesin cuci otomatis.
- BMT Nurussa’adah Pekalongan Digeruduk, Nasabah Desak Pengembalian Dana
- Golkar Peduli Bagikan 1.050 Paket Daging Kurban
- Meski di Puncak Kendeng, Dukuh Kembang Blora Tak Kekurangan Air