Pengenaan tarif bea impor tinggi atas barang yang masuk dari China dibatalkan oleh Amerika Serikat. Hal serupa juga dilakukan oleh pemerintah China.
- ASEAN Media Forum Mengingatkan Visi Terkoneksi Dan Ketahanan Bersama
- Batik Indonesia akan Hiasi Museum Moskow Sebulan Penuh
- Menlu Retno Dorong Semangat Perdamaian untuk Selesaikan Konflik
Baca Juga
Pembatalan itu dilakukan setelah China sepakat akan membeli lebih banyak barang buatan Amerika untuk mengurangi defisit perdagangan yang sangat besar dengan negara itu.
Pada Sabtu (19/5) lalu, elit pemerintah China dan Amerika Serikat terlibat pembicaraan konstruktif mengenai perdagangan di Washington.
Konsultasi dagang yang merupakan arahan dari Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump ini dihadiri oleh Menteri Keuangan Steven T. Mnuchin , Sekretaris Perdagangan Wilbur L. Ross, dan Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Robert E. Lighthizer. Sementara delegasi China diwakili oleh Wakil Perdana Menteri Dewan Negara Liu He.
Konsultasi ini menghasilkan konsensus tentang pengambilan langkah-langkah efektif untuk secara substansial mengurangi defisit perdagangan barang AS dengan China. (Baca: Demi Ekonomi Dan Lapangan Kerja, AS Perbaiki Hubungan Dagang Dengan China)
Kedua negara besar itu telah membuat kemajuan berarti dan sepakat menjalankan cara-cara baru untuk menyelesaikan sengketa perdagangan. Karena itu, kami kini sepakat untuk menghentikan pelaksanaan bea impor itu, sambil mengusahakan cara-cara baru tadi," ujar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam pidatonya di Fox News, Senin (21/5).
Senada dengan itu, Wakil Perdana Menteri Liu He mengatakan bahwa kedua pihak mencapai konsensus dan tidak akan terlibat dalam perang dagang.
Tidak akan menaikkan tarif bea impor barang buatan masing-masing negara," tukasnya.
- Korban Meninggal Akibat Gelombang Panas Di Amerika Serikat Pecahkan Rekor
- Berlebih, Dana Bawaslu Blora Dalam Pengawasan Dan Penggunaan Dana Hibah Pilkada 2024
- Bintang Hollywood Evangeline Lilly Terancam Dipecat Marvel Studios karena Menentang Wajib Vaksin