Ratusan ribu orang memadati kampanye akbar pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
- Ganjar Janji Hapuskan Hutang Petani Demak
- Resmikan Dua Sanggar Inklusi di Sukoharjo, Puan Maharani : Negara Harus Hadir untuk Anak Berkebutuhan khusus
- Yasip Khasani: Salatiga Targetkan 90 Persen Tingkat Partisipasi Pemilu di 2024
Baca Juga
Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta dipenuhi pendukung Prabowo-Gibran kampanye terakhir bertajuk Pesta Rakyat, Sabtu (10/2).
Pesta rakyat dihadiri ratusan ribu simpatisan sejak pagi. Akibatnya, acara utama pidato politik sedianya berlangsung pada pukul 15.30 dimajukan menjadi pukul 13.30. Sebab, stadion penuh sejak pukul 11.00.
"Kami perkirakan yang datang 200 ribu, tapi laporannya bahkan mendekati 600 ribu yang hadir, saudara-saudara sekalian," ujarnya.
Di hadapan simpatisan, Prabowo kembali menyatakan komitmen untuk melanjutkan pekerjaan presiden-presiden sebelumnya. Dia mengakui, setiap presiden telah memberi sumbangsih masing-masing.
Fokus utama ke depan, Prabowo berjanji memberantas kemiskinan di Indonesia. Dia optimistis langkah itu bisa dilakukan. Sebab, timnya terdiri atas para ahli sudah menghitung dan mengkaji betapa Indonesia memiliki kekayaan luar biasa. Jadi, dibutuhkan pengelolaan baik.
Bahkan, sejumlah lembaga dunia telah memprediksi Indonesia menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi dunia. Bahkan hingga lima besar dunia.
"Syaratnya, kita harus rukun, kita harus bersatu, kita harus damai, kita tidak boleh diadu domba lagi," tuturnya.
Prabowo mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat kian meyakinkan dirinya untuk memenangi pilpres dalam satu putaran.
Apalagi, fakta empiris didukung dengan hasil mayoritas lembaga survei menunjukkan elektabilitas telah melampaui 50 persen.
"Saya lihat semua indikator yang bisa dipercaya menunjukkan insya Allah arah satu putaran," katanya.
Pengamat politik dari Populi Center Usep Saepul Ahyar mengatakan, antusiasme masyarakat datang ke stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan untuk mengikuti kampanye akbar pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka begitu tinggi.
Menurutnya, mayoritas masyarakat berbondong-bondong datang ke GBK itu sudah memiliki tingkat keyakinan memilih tinggi dan tidak mudah beralih dukungannya.
Meski kampanye tidak dapat dijadikan representasi pemilih secara nasional, tetapi Usep menjelaskan kampanye bukan hanya unjuk kekuatan pendukung tetapi dapat mempengaruhi swing voters atau pemilih ngambang masih ragu terhadap pilihannya untuk ikut bergabung dan memilih.
"Kampanye itu sendiri lebih banyak kepada show of force dan itu ditunjukkan kepada swing voter, tergantung nanti narasinya sepertinya apa ke publik. Itu kan narasi saja akhirnya yang menentukan itu ya pengaruhnya bagi swing voters," ujar Usep, Minggu (11/2).
Usep menerangkan, masyarakat ingin keberlanjutan pemerintahan Presiden Joko Widodo dapat dibuktikan dengan kehadiran massa di GBK paralel dengan survei paslon Prabowo-Gibran memiliki elektabilitas tertinggi dibanding dua rivalnya.
Usep berpendapat dari hasil survei Populi Center terbaru elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 52,5 persen bisa juga diartikan sebagai dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan pemerintah saat ini.
"Saya kira itu bisa ditafsirkan motif memilih 02 itu kan banyak. Satu memang menginginkan Prabowo, pendukung Prabowo 2019. Tetapi banyak juga sebenarnya pendukung Jokowi di 2019 beralih mendukung Prabowo karena memang terlihat bahwa Jokowi ke 02," ucapnya.
Usep memaparkan, pengaruh endorsement Presiden Jokowi terhadap kandidat capres-cawapres terbukti signifikan, terlihat dari migrasinya pendukung Jokowi tadinya memilih Ganjar kini beralih mendukung Prabowo.
"Jadi kalau Jokowi ke Ganjar ya ke Ganjar dan itu kan terbukti ketika Jokowi pindah sikap politik pindah dukungan pindah juga mereka dukungannya dari Ganjar ke 02, itu kan memperlihatkan keinginan keberlanjutan karena memang mereka menilai rata-rata yang memilih 02 itu menilai Pak Jokowi berhasil bahkan approval ratingnya kan sampai 80% itu kan tingkat kepuasan yang cukup tinggi bagi Pak Jokowi," ungkapnya.
Usep mengatakan, mayoritas pemilih merasa puas terhadap kinerja Presiden Jokowi akan menjatuhkan pilihannya kepada Prabowo-Gibran bukan ke Ganjar-Mahfud.
"Dan itu juga banyak di antara yang merasa puas, sangat puas dengan kinerja Pak Jokowi itu banyak yang menjatuhkan pilihan mengikuti sikap politik Pak Jokowi dalam hal ini 02 saya kira," katanya.
"Jadi kalau Pak Jokowi pindah dukungan saya kira mereka juga akan pindah. Berpengaruh signifikan jadi saya kira 02 dipengaruhi juga oleh salah satunya endorsment Pak Jokowi yang sangat kuat," tambahnya.
Selain itu, Usep meyakini dengan elektabilitas sudah menyentuh angka 50% + 1 peluang Prabowo-Gibran untuk menang sekali putaran mencapai tingkat keyakinan 70 persen.
"Jadi kalau di survei Populi 52,5 persen itu memang ada margin error berarti kan confident of intervalnya antara 49 persen sampai 55 persen sekitar situ jadi satu putaran itu prediksi saya peluangnya itu 70 persen," ungkapnya.
Sementara prediksi pilpres terjadi dua putaran juga masih terbuka dengan peluang sebesar 30 persen dengan undecided voters yang tinggal 8%-9%.
"Nah ada 30% kira-kira 2 putaran, jadi prediksi 1 putaran 2 putaran itu bandulnya besarnya ke satu putaran, peluang dua putaran itu masih ada tapi lebih besar satu putaran. Sekarang itu kan angkanya di 52,2 di kita ya mungkin masa tenggang ini menurut saya ada undecided voters sekitar 8 atau 9% itu mungkin penentu juga apakah satu putaran atau dua putaran," urainya.
"Kalau berbagi rata memang pada akhirnya satu putaran tetapi kalau memblok salah satu di luar 02 ya itu jadi dua putaran. Tetapi kan agak gak mungkin semuanya, sedang bekerja persoalannya. Maka peluang satu putaran itu cukup tinggi," pungkasnya.
- Pengamat: Dico-Raffi "Main Petak Umpet" Cari Popularitas
- Resmi Pisah, Roy Sudiarto Ketua PSI Salatiga Tak Lagi Dukung Haryono Masturi di Pilwalkot
- Gugatan Caleg Demokrat Kandas, Chaedar Ali Segera Ditetapkan KPU Jadi Anggota DPRD Kudus