Ratusan Massa Bercadar Geruduk Rutan Solo

Rutan Solo kembali ricuh, sejumlah massa mendatangi rutan kelas IA yang terletak di jalan Slamet Riyadi, Solo dengan mengendarai sepeda motor. Rombongan sekitar 100 orang dengan menggunakan penutup muka ini berteriak di depan rutan.


Petugas bersenjata lengkap dari Polresta Surakarta bertindak cepat dengan melakukan blokade di depan pintu masuk rutan. Satu unit mobil water canon juga disiagakan di seputar rutan.

Massa berteriak dan memaksa agar bisa masuk ke rutan yang terletak di pusat kota Solo ini. Mereka tidak mau diajak bernegoisasi. Sempat terjadi ketegangan dengan petugas. Meski memanas  bentrokan antar kedua kubu bisa dihindari.

"Tidak ada negoisasi, kami menolaknya," jelas salah satu peserta aksi, Kamis (10/1) siang tadi.

Saat melihat banyak media yang datang dan mengambil gambarnya mereka melarang untuk meliput. Alasanya mereka memang tidak ingin diliput dan tidak mau dilakukan negoisasi mereka hanya menginginkan seseorang  (Walet) yang saat ini sedang berada di dalam rutan Solo.

Informasi yang berhasil dihimpun dari lokasi, kehadiran massa ke rutan Solo merupakan imbas kejadian sebelumnya.

Dimana salah satu perwakilan dari mereka membesuk rekan mereka bernama Ichsan ada di rutan sekira pukul 09.30 WIB.

Belum diketahui apa pemicu insiden tersebut. Namun untuk mengantisipasi kejadian yang sama terjadi lagi pihak kepolisian terpaksa melakukan evakuasi pada salah satu  napi yang dipermasalahkan oleh kelompok massa yang datang.

Dengan menggunakan kendaraan Rantis dengan pengawalan  petugas melakukan evakuasi. Akibat kejadian tersebut arus lalu lintas di depan rutan sempat terganggu. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi, baik dari pihak Rutan maupun dari aparat kepolisian.