Raksasa farmasi Amerika Serikat Johnson & Johnson (J&J) meluncurkan uji coba vaksin virus corona eksperimental kepada enam ribu sukarelawan Inggris.
- BPJS Ketenagakerjaan Bidik Jamsos untuk Pengurus dan Petugas Gereja di Sukoharjo
- Batas Atas Tes PCR Rp550 Ribu, Klinik Nakal Akan Ditindak
- PPKM Level 4 Segera Berakhir, Tingkat Kematian Salatiga Masih Tinggi
Baca Juga
Raksasa farmasi Amerika Serikat Johnson & Johnson (J&J) meluncurkan uji coba vaksin virus corona eksperimental kepada enam ribu sukarelawan Inggris.
Dilansir dari Kantor Berita RMOL, ini adalah uji coba fase tiga yang merupakan langkah terakhir sebelum perusahaan mendapatkan persetujuan untuk mulai meluncurkannya kepada publik.
Dalam uji coba fase satu dan dua, data menunjukkan kandidat vaksin Covid ini menginduksi respons imun yang kuat dan secara umum dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh.
Kepala satuan tugas vaksin Inggris, Kate Bingham mengatakan, semua upaya dilakukan untuk membantu menemukan vaksin yang aman dan efektif.
"Banyak vaksin dibutuhkan di Inggris dan juga secara global. Uji coba ini untuk memastikan kami dapat memberikan vaksin yang aman dan efektif untuk seluruh populasi," katanya, seperti dikutip dari Independent, Selasa (17/11).
"Saya akan terus mendorong orang untuk mendaftar dan mengambil bagian dalam uji coba vaksin."
Layanan Kesehatan Nasional (NHS) mengatakan bahwa dalam jangka pendek, yaitu akhir bulan ini, mereka akan meluncurkan 40 klinik yang mengkhususkan diri pada Covid-19.
"Klinik Covid-19 yang sudah lama kami rintis ini akan membantu mengatasi masalah yang sangat nyata yang dihadapi oleh pasien, sementara gugus tugas akan membantu NHS mengembangkan pemahaman yang lebih besar tentang efek virus corona yang bertahan lama," kata kepala eksekutif NHS Simon Stevens.
- Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Capai Lebih dari 35 Ribu
- Bupati Magelang Resmikan Gedung Ruang Rawat Inap RSUD Muntilan
- Usung Konsep Premium Hospital, Pasien RS Sarkies Serasa Tinggal di Hotel