Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak bisa memaksa China untuk memberikan lebih banyak data mengenai asal-usul Covid-19.
- Pengacara: Ada Bukti Kuat Siti Aisyah Tidak Membunuh Kim Jong Nam
- Selandia Baru Wajibkan Vaksin Covid-19 Bagi Petugas Kesehatan dan Guru
- Raja Mohammed VI Minta Partai Siapkan Politisi-Politisi Muda
Baca Juga
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak bisa memaksa China untuk memberikan lebih banyak data mengenai asal-usul Covid-19.
Begitu kata salah seorang pejabat top WHO yakni Mike Ryan.
Direktur Program Kedaruratan WHO tersebut mengatakan bahwa meskipun demikian, pihaknya akan mengusulkan studi yang diperlukan untuk memahami di mana virus itu muncul ke tingkat berikutnya.
"WHO tidak memiliki kekuatan untuk memaksa siapa pun dalam hal ini," kata Ryan ketika ditanya oleh seorang reporter mengenai bagaimana WHO akan "memaksa" China untuk lebih terbuka.
"Kami sangat mengharapkan kerja sama, masukan, dan dukungan dari semua negara anggota kami dalam upaya itu," sambungnya, seperti dikabarkan Al Jazeera (Senin, 7/6).
Diketahui bahwa anggota tim WHO melakukan kunjungan ke China pada awal tahun ini untuk mencari informasi mengenai asal-usul Covid-19.
Sayangnya, mereka mengatakan bahwa mereka tidak memiliki akses ke semua data. Di sisi lain, banyak spekulasi yang terus berkembang mengenai asal usul virus tersebut. Ada teori yang menyebut bahwa virus tersebut melompat dari hewan dan mungkin dimulai dengan kelelawar ke manusia. Bahkan ada teori yang menyebut bahwa virus berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan, China.
Teori kebocoran laboratorium Wuhan baru-baru ini menjadi subyek perdebatan publik baru setelah beberapa ilmuwan terkemuka menyerukan penyelidikan penuh tentang asal usul virus tersebut.
Padahal, hipotesis bahwa virus itu secara tidak sengaja bocor dari laboratorium sebagian besar diabaikan oleh para ilmuwan pada tahap awal pandemi terjadi. Demikian dikutip dari Kantor Berita RMOL.
- Pengamat Hubungan Internasional Nilai Peristiswa Bom Bunuh Diri Sarat Pesan
- Banjir Dan Longsor Melanda India
- 75 Tahun Rajut Hubungan Diplomatik, Indonesia-Turkiye Makin Intim