PPKM Mikro Kembali Diperpanjang, Diperluas Lagi Ke Lima Provinsi

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro diputuskan untuk diperpanjang oleh pemerintah mulai besok.


Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro diputuskan untuk diperpanjang oleh pemerintah mulai besok.

Hal itu disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers usai Rapat terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (3/5).

"PPKM Mikro akan dilakukan perpanjangan yang ketujuh antara tanggal 4 sampai 17 Mei," ujar Airlangga dikutip melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Selain diperpanjang, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian ini juga mengatakan bahwa pemerintah memperluas cakupan PPKM Mikro di lima provinsi.

"Ditambahkan lima provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Papua Barat. Sehinga ini (daerah yang menerapkan PPKM) total menjadi 30 provinsi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Airlangga memaparkan kondisi sejumlah daerah yang mengalami penambahan kasus yang cukup tinggi.

"Kemudian lima provinsi (mengalami) kenaikan kasus. Yaitu di Kepri, Riau, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung," paparnya, seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL.

Meski begitu, Airlangga memastikan hasil evaluasi PPKM Mikro dalam lima bulan terakhir dan utamanya 10 hari terakhir menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan. Hal itu terlihat dari sejmulah indikator

Di antaranya dari jumlah kasus konfirmasi harian yang pada bulan April sekitar 5.222 per hari, atau lebih baik dibandingkan Januari yang mencapai 10 ribu. Kemudian kasus aktif yang rata-ratanya sekitar 107 ribu per April atau lebih rendah dari bulan Januari yang 139.963 kasus.

"Angka positivity rate juga membaik. Di Januari 26 persen dan di Mei 10,81 persen. Dan juga terkait dengan kasus aktif terus mengalami perbaikan.Di mana kasus aktif tertinggi di bulan Februari adalah 16 persen dan saat sekarang juga sekitar 6 persen. Jadi jauh lebih baik,"ucap Airlangga.

"Kemudian tingkat BOR (bed occupancy rate atau keterisian tempat tidur isolasi pasien Covid-19) secara nasional 35 persen. Dan tidak ada BOR yang di atas 70 persen," tandasnya. [sth]