Sempat Terpuruk Karena Covid-19, RSUD Pasuruan Jemput Bola Naikan Pendapatan

RSUD Pasuruan tak gengsi melakukan upaya jemput bola dengan melakukan pelayanan lab yang dijual ke perusahaan guna meningkatkan pendapatan RS yang sempat terpuruk karena pandemi Covid-19.


RSUD Pasuruan tak gengsi melakukan upaya jemput bola dengan melakukan pelayanan lab yang dijual ke perusahaan guna meningkatkan pendapatan RS yang sempat terpuruk karena pandemi Covid-19.

Hal ini diungkap Pjs Pemkot Pasuruan, Dr Ardo Sahap SE MM yang diwakili staf management RSUD Pasuruan ditengah kunjungan kerja Wali Kota Salatiga Yuliyanto dan Wakil Walikota Muh Haris bersama awak media, ke Pemkot Pasuruan, Rabu (11/11).

Apa yang terungkap dalam dialog dua arah itu, juga menjadi jawaban dari pertanyaan Direktur RSUD Salatiga dr Sri Eko Pamudji MKes yang turut hadir.

Dalam pertemuan itu, terungkap bagaimana RSUD Pasuruan mengupayakan pendapatan RS plat merah itu yang sempat turun karena Covid-19. Management pun tak gengsi menerapkan strategi agar bisa bertahan.

"Diantaranya melakukan refokusing dengan kegiatan sederhana tapi berarti. Termasuk pengguna air, listrik dilakukan sehemat mungkin," ungkapnya.

Tak hanya itu, penggunakan Silpa untuk memenuhinya pos tertentu juga dilakukan. Bahkan jasa medis turun melakukan jemput bola.

"Kami melakukan jemput bola dengan lab dan dijual ke perusahaan-perusahaan. Yang pasti, mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan memberikan informasi yang jelas dan pasti serta stigma terutama tentang Covid-19," imbuhnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Kominfo Dan Statistik Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat, selama ini RSUD Pasuruan telah berbetuk UPT tapi belum menjalankannya.

"Saat ini sedang perangkat daerah tersendiri karena belum ada perwali," imbuhnya.